12 Sep 2025Akademik
Perkuat Kurikulum OBE, Langkah Strategis PAI IAI Nurul Hakim Menuju Lulusan Berdaya Saing Global
Kediri, Lombok Barat, NTB — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim terus melakukan penguatan mutu akademik melalui Workshop dan Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) yang dilaksanakan pada 12–13 September 2025 di IAI Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, NTB.Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Wildan, M.Pd., Tim Ahli Bidang Kurikulum Kopertais Wilayah XIV Mataram, sebagai narasumber. Workshop menjadi bagian dari langkah strategis Program Studi PAI dalam memastikan kurikulum yang dikembangkan tidak hanya memenuhi tuntutan regulasi pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan tantangan global.Dosen PAI Aktif Memperkuat Kurikulum Berbasis OBEWorkshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan dosen dan pengelola Program Studi PAI secara aktif dalam proses peninjauan dan penyusunan kurikulum. Para dosen tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi turut memberikan masukan, berdiskusi, serta melakukan pemetaan terhadap berbagai komponen kurikulum yang berorientasi pada capaian lulusan.Keterlibatan aktif dosen PAI terlihat dalam pembahasan mengenai profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian, struktur mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen.Proses tersebut dilakukan untuk memastikan adanya keterkaitan yang jelas antara apa yang dipelajari mahasiswa, proses pembelajaran yang dilakukan, dan kompetensi yang harus dicapai setelah menyelesaikan pendidikan.Bagi Program Studi PAI, penyusunan kurikulum berbasis OBE menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas dan keunggulan program studi. Kurikulum diarahkan agar mampu membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan keilmuan Pendidikan Agama Islam, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogis, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta karakter dan integritas keislaman.OBE: Dari Proses Pembelajaran Menuju Capaian LulusanDalam workshop, Dr. Wildan, M.Pd. memberikan penguatan mengenai pentingnya perubahan orientasi dalam pengembangan kurikulum. Implementasi OBE tidak sekadar berkaitan dengan penyusunan dokumen kurikulum, tetapi menempatkan capaian lulusan sebagai titik utama dalam keseluruhan proses pendidikan.Dengan pendekatan OBE, setiap mata kuliah harus memiliki kontribusi yang terukur terhadap pencapaian kompetensi lulusan. Karena itu, perumusan CPL, CPMK, Sub-CPMK, bahan kajian, metode pembelajaran, dan asesmen perlu dirancang secara selaras dan sistematis.Pendekatan tersebut sekaligus mendorong dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih student-centered, kontekstual, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan, memecahkan persoalan, berkolaborasi, berkomunikasi, serta beradaptasi dengan perubahan.Bagi PAI IAI Nurul Hakim, orientasi tersebut menjadi penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan pendidikan Islam yang semakin kompleks. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk berkiprah tidak hanya pada lingkungan pendidikan formal, tetapi juga di pesantren, lembaga pendidikan Islam, masyarakat, serta berbagai bidang profesional yang membutuhkan kompetensi keislaman dan kependidikan.Menyiapkan Lulusan PAI Berdaya Saing GlobalPenguatan kurikulum OBE menjadi bagian dari visi Program Studi PAI untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.Untuk mencapai tujuan tersebut, kurikulum tidak hanya diarahkan pada penguasaan keilmuan keislaman dan kependidikan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan literasi digital, kemampuan komunikasi, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, kemampuan berbahasa, serta wawasan global.Keterlibatan aktif dosen dalam penyusunan kurikulum menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Dosen memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa setiap mata kuliah memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan kompetensi mahasiswa dan mendukung pencapaian profil lulusan yang telah ditetapkan.Hasil penyusunan kurikulum juga diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), bahan ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran, serta instrumen asesmen yang selaras dengan prinsip OBE.Dengan demikian, penerapan OBE tidak berhenti pada dokumen kurikulum, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran dan evaluasi hasil belajar mahasiswa.Komitmen Menuju Pendidikan PAI yang Relevan dan KompetitifPengembangan kurikulum berbasis OBE merupakan salah satu bentuk komitmen PAI IAI Nurul Hakim dalam membangun budaya mutu akademik yang berkelanjutan. Kurikulum akan terus dikembangkan dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan pengguna lulusan, masukan alumni, masyarakat, dunia kerja, serta dinamika pendidikan Islam.Melalui workshop ini, Program Studi PAI tidak hanya menyusun kurikulum, tetapi juga membangun kesamaan persepsi dan komitmen para dosen untuk menghadirkan proses pendidikan yang berorientasi pada hasil dan dampak.Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi PAI IAI Nurul Hakim dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu Pendidikan Agama Islam, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan berkontribusi dalam lingkungan yang semakin terbuka dan kompetitif.Penguatan kurikulum berbasis OBE menjadi langkah strategis PAI IAI Nurul Hakim untuk bergerak dari sekadar memenuhi standar akademik menuju pendidikan yang berorientasi pada capaian, relevansi, dan daya saing lulusan.Pada akhirnya, kurikulum yang kuat, dosen yang kompeten, dan proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lulusan PAI yang unggul, adaptif, berintegritas, dan berdaya saing global.