Kediri, 5 September 2025 — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri Lombok Barat menyelenggarakan kegiatan Stadium General dengan mengusung tema “Menjadi Generasi Berkualitas, Religius, dan Intelek yang Spiritual” pada Jumat, 5 September 2025. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Suprafto, M.Ag., Guru Besar Ilmu Sosial UIN Mataram, sebagai pemateri.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sivitas akademika IAI Nurul Hakim, khususnya dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Stadium General ini menjadi momentum akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat karakter religius, intelektual, dan spiritual sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi yang berlangsung dengan khidmat. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus meneguhkan semangat persatuan di lingkungan perguruan tinggi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor IAI Nurul Hakim, H. Nurul Mukhlisin Asyrafudin, Lc., M.Ag., Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual, nilai-nilai religius, dan kecerdasan spiritual. Perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, integritas, serta kepedulian sosial.
Selanjutnya, kegiatan memasuki acara inti berupa penyampaian materi oleh Prof. Dr. Suprafto, M.Ag. Sebagai Guru Besar Ilmu Sosial UIN Mataram, beliau memberikan pemahaman dan motivasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjadi generasi yang berkualitas di tengah berbagai perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Suprafto, M.Ag. menekankan bahwa generasi berkualitas bukan hanya generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki religiusitas, akhlak, integritas, dan kecerdasan spiritual. Kemampuan akademik perlu berjalan seiring dengan nilai-nilai moral agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mahasiswa juga didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu membaca berbagai persoalan sosial secara objektif. Namun demikian, keterbukaan terhadap perkembangan zaman harus tetap diimbangi dengan fondasi agama dan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Tema “Menjadi Generasi Berkualitas, Religius, dan Intelek yang Spiritual” menjadi relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini. Generasi muda tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan membangun relasi sosial yang baik, menjaga moralitas, serta memiliki kesadaran spiritual dalam setiap tindakan.
Dosen dan mahasiswa Prodi PAI IAI Nurul Hakim turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa Stadium General menjadi ruang penting bagi sivitas akademika untuk memperoleh wawasan baru sekaligus melakukan refleksi mengenai peran mahasiswa sebagai calon pendidik dan bagian dari masyarakat.
Sebagai calon pendidik Pendidikan Agama Islam, mahasiswa Prodi PAI diharapkan mampu menjadi generasi yang mampu mengintegrasikan ilmu, iman, akhlak, dan amal. Kompetensi akademik yang dimiliki perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai keislaman serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Setelah penyampaian materi, seluruh rangkaian kegiatan Stadium General ditutup dengan doa. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta.
Melalui kegiatan ini, IAI Nurul Hakim terus berkomitmen menghadirkan ruang-ruang akademik yang mampu mempertemukan keilmuan, religiusitas, dan spiritualitas. Stadium General diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri sehingga mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, religius, intelektual, dan memiliki kecerdasan spiritual, serta siap berkontribusi bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

