Kediri, Lombok Barat, NTB — Upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas tridarma perguruan tinggi terus dilakukan Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri. Salah satunya melalui Workshop Dosen: Capacity Building Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar Sabtu (31/1/2026) di Meeting Room Campus II IAI Nurul Hakim.
Workshop tersebut menghadirkan Dr. Muhammad Sa’i, Sekretaris Kopertais XIV, dan Afifurrahman, M.Si., Ph.D. sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh para dosen IAI Nurul Hakim sebagai bagian dari agenda penguatan kapasitas akademik dan profesionalisme dosen.
Sejak awal kegiatan, forum berlangsung interaktif. Para dosen tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai pengembangan ide penelitian, strategi publikasi ilmiah, serta perancangan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dosen PAI Aktif Berdiskusi dan Mengembangkan Gagasan Riset
Salah satu kelompok yang menunjukkan keterlibatan aktif dalam workshop adalah dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Nurul Hakim. Para dosen PAI turut memanfaatkan forum tersebut untuk mendiskusikan berbagai persoalan pendidikan Islam dan sosial-keagamaan yang dapat dikembangkan menjadi tema penelitian maupun program pengabdian kepada masyarakat.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi dosen PAI untuk menghubungkan persoalan yang ditemukan dalam praktik pendidikan dengan kajian akademik. Sejumlah isu terkait pembelajaran PAI, pengembangan kompetensi peserta didik, kurikulum, pendidikan karakter, serta dinamika pendidikan Islam menjadi bagian dari perspektif yang dikembangkan dalam forum akademik tersebut.
Keterlibatan dosen PAI juga terlihat dalam proses bertukar gagasan dengan narasumber dan sesama dosen. Melalui interaksi tersebut, para dosen didorong untuk tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi mampu mengubahnya menjadi gagasan penelitian yang terukur dan program pengabdian yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi Program Studi PAI, penguatan kapasitas penelitian dan PkM memiliki arti strategis. Selain mendukung pelaksanaan tridarma, aktivitas tersebut dapat memperkuat budaya akademik, meningkatkan produktivitas dosen, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dorong Budaya Riset dan Publikasi
Dalam workshop, kemampuan dosen dalam menghasilkan penelitian berkualitas menjadi salah satu perhatian utama. Dosen didorong untuk memperkuat kemampuan mulai dari menemukan masalah, menyusun pertanyaan penelitian, menentukan metode, mengolah data, hingga menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
Pada saat yang sama, kegiatan PkM diarahkan agar tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan kegiatan pengabdian sebagai ruang penerapan pengetahuan sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Dr. Muhammad Sa’i memberikan penguatan mengenai pentingnya peningkatan kapasitas dosen sebagai bagian dari pembangunan mutu perguruan tinggi. Dosen dituntut tidak hanya menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga aktif menghasilkan karya ilmiah dan memberikan kontribusi melalui penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, kehadiran Afifurrahman, M.Si., Ph.D. memberikan perspektif akademik dan pengalaman praktis dalam pengembangan penelitian. Para dosen memperoleh ruang untuk mendiskusikan strategi pengembangan riset, publikasi, dan peluang kolaborasi akademik.

Bagi IAI Nurul Hakim, workshop ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang produktif dan kolaboratif. Dosen diharapkan semakin aktif melakukan penelitian, menghasilkan publikasi, membangun jejaring akademik, serta mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam pembelajaran dan pengabdian.
Khusus bagi dosen PAI, penguatan tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak kajian dan inovasi di bidang pendidikan Islam yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan sekolah, madrasah, pesantren, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, IAI Nurul Hakim menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia akademik. Dosen tidak hanya diposisikan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai peneliti, pengembang ilmu pengetahuan, dan penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Workshop ditutup dengan semangat bersama untuk meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Dosen PAI dan seluruh sivitas akademika IAI Nurul Hakim diharapkan dapat menindaklanjuti hasil workshop melalui pengembangan proposal penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi riset, serta program pengabdian yang lebih terarah dan berdampak.
Dari ruang workshop, ikhtiar peningkatan mutu itu dimulai: memperkuat kompetensi dosen, menghidupkan budaya riset, dan menghadirkan ilmu yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.


